Hollow Knight : Silksong Menjadi Game Terlaris Ketiga di Steam

Hollow Knight: Silksong

Performa Menggila di Hari-Hari Awal

Game petualangan terbaru garapan studio indie asal Australia, Team Cherry, resmi merilis Hollow Knight: Silksong secara global pada Kamis (4/9/2025). Walau baru empat hari hadir di pasaran, game ini langsung mencetak rekor dengan menempati posisi ketiga sebagai game terlaris di Steam.

Berdasarkan pantauan di SteamDB pada Senin (8/9/2025), jumlah pemain aktif bersamaan (concurrent users/CCUs) tercatat mencapai 324.774 orang. Angka ini menempatkan Silksong di bawah dua raksasa Steam, yaitu Counter-Strike 2 dengan 616.041 pemain dan Dota 2 dengan 430.631 pemain.

Tidak berhenti di situ, hanya beberapa jam setelah perilisannya, Silksong bahkan sempat menembus puncak 587.150 pemain. Prestasi ini membuatnya bertengger sebagai game terlaris ke-17 sepanjang sejarah Steam, melampaui banyak judul besar.

Lonjakan Pemain di Berbagai Platform

Meski angka tadi hanya berasal dari platform Steam, Hollow Knight: Silksong juga tersedia di Nintendo Switch, PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Series X/S. Beberapa toko digital seperti Nintendo eShop dan PlayStation Store dilaporkan sempat mengalami gangguan karena lonjakan unduhan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa jumlah pemain di luar Steam juga tidak kalah besar.

Mengapa Silksong Begitu Populer?

Kesuksesan cepat ini tidak datang tanpa alasan. Komunitas Hollow Knight sudah lama menantikan sekuel sejak pengumumannya pada 2019. Awalnya, Silksong direncanakan hanya menjadi DLC, namun konten baru yang begitu banyak membuat Team Cherry mengubahnya menjadi game penuh.

Sejak saat itu, antusiasme penggemar terus tumbuh. Forum diskusi, meme, hingga kanal YouTube khusus “Daily Silksong News” membuat eksistensinya tetap terjaga. Begitu tanggal rilis diumumkan, jutaan pemain sudah siap menyambutnya.

Selain komunitas yang solid, faktor harga juga berperan penting. Dengan banderol 20 dolar AS (sekitar Rp 327.000), Silksong jauh lebih terjangkau dibandingkan game AAA yang rata-rata dihargai 70 dolar AS. Banyak gamer menilai harga ini wajar mengingat konten yang melimpah, walau ada sebagian yang menganggapnya terlalu tinggi untuk game indie.

Dunia Baru dengan Karakter Ikonik

Hollow Knight: Silksong melanjutkan kisah dari game orisinal yang rilis tahun 2017. Kali ini pemain mengendalikan Hornet, karakter yang sebelumnya hanya muncul sebagai NPC penting. Hornet diceritakan diculik dan dibawa ke kerajaan misterius bernama Pharloom.

Misi utama pemain adalah membantu Hornet memanjat puncak kerajaan sambil mengungkap rahasia yang tersembunyi. Tidak seperti The Knight, karakter utama di game pertama, Hornet tampil lebih gesit dan memanfaatkan senjata unik berupa jarum dan benang untuk menyerang musuh.

Fitur Gameplay yang Lebih Kaya

Daya tarik utama Silksong ada pada desain dunianya. Jika Hollow Knight menekankan eksplorasi horizontal, maka Silksong menghadirkan eksplorasi vertikal. Pemain akan mendaki kerajaan Pharloom sambil menghadapi ratusan musuh dan bos baru dengan pola serangan unik.

Selain itu, ada berbagai misi sampingan (quest), tantangan khusus, serta item dan material baru untuk memperkuat karakter. Sistem progresi ini memberi pengalaman segar sekaligus memperluas kedalaman gameplay dibandingkan seri pertamanya.

Dampak di Industri Game Indie

Keberhasilan Silksong menunjukkan bahwa game indie masih mampu bersaing dengan judul besar. Prestasi ini mengingatkan bahwa komunitas yang solid, strategi rilis yang tepat, dan harga kompetitif dapat menciptakan kesuksesan besar bahkan tanpa dukungan penerbit raksasa.

Bagi Team Cherry, capaian ini tidak hanya membuktikan kualitas karya mereka, tetapi juga menegaskan posisi Silksong sebagai salah satu game indie paling berpengaruh dalam dekade terakhir. Baca berita lain di sini.

Hollow Knight: Silksong
Gameplay Hollow Knight: Silksong