Keputusan Larian Studios untuk tidak melanjutkan Baldur’s Gate 4 maupun merilis DLC ekspansi Baldur’s Gate 3 sempat mengejutkan banyak penggemar. Padahal, Baldur’s Gate 3 sukses besar secara kritis dan komersial. Namun, studio asal Belgia itu memilih langkah berbeda. Larian resmi mengalihkan fokus dari Dungeons & Dragons ke seri Divinity, identitas utama studio.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam berbagai kesempatan, Larian menegaskan bahwa mereka ingin bergerak mengikuti passion tim, bukan sekadar melanjutkan proyek besar karena tuntutan pasar atau ekspektasi penggemar.
Dalam wawancara eksklusif dengan GamesRadar+, Swen Vincke selaku Founder dan CEO Larian Studios mengungkap alasan utama di balik keputusan tersebut. Menurutnya, tim tak lagi antusias menggarap proyek Dungeons & Dragons. Dia berpendapat bahwa semangat kreatif merupakan elemen paling vital dalam pembangunan game berskala besar.
Vincke menegaskan bahwa Larian ingin membuat game yang benar-benar mereka inginkan, bukan sekadar proyek lanjutan dari kesuksesan sebelumnya. Ketika semangat itu mulai berkurang, ia menilai lebih baik beralih ke dunia yang sepenuhnya mereka miliki dan pahami sejak awal, yaitu Divinity.
Selain faktor emosional, tantangan teknis juga berperan besar. Vincke sebelumnya sempat membahas hal ini saat berbicara di ajang Game Developers Conference (GDC). Ia menilai sistem Dungeons & Dragons edisi kelima memiliki banyak keterbatasan saat diadaptasi ke video game.
Tim Larian sempat mencoba berbagai pendekatan untuk sistem pertarungan dan mekanik RPG. Namun, banyak ide terpaksa dibatalkan karena tidak selaras dengan aturan baku D&D. Aturan tersebut kerap membatasi fleksibilitas desain yang sebenarnya ingin mereka eksplorasi lebih jauh.
Meski menghadapi banyak kendala, Larian tetap berhasil menghadirkan Baldur’s Gate 3 sebagai RPG yang menuai pujian luas. Game ini menyabet berbagai penghargaan berkat cerita yang kuat, kebebasan pilihan pemain, dan sistem permainan yang terasa segar. Kesuksesan tersebut justru memperkuat keyakinan Larian bahwa mereka mampu menciptakan sesuatu yang lebih besar ketika tidak terikat oleh sistem eksternal.
Dengan kembali ke Divinity, Larian kini memiliki kebebasan penuh dalam merancang dunia, aturan, dan mekanik gameplay sesuai visi mereka. Vincke menyebut bahwa kondisi ini memungkinkan timnya bereksperimen lebih jauh tanpa harus berkompromi dengan aturan yang sudah ada.
Langkah Larian Studios ini memunculkan ekspektasi tinggi terhadap Divinity terbaru. Banyak penggemar penasaran apakah Divinity akan mampu melampaui pencapaian Baldur’s Gate 3. Dengan pengalaman, teknologi, dan kepercayaan diri yang semakin matang, Larian berpeluang menghadirkan RPG yang lebih ambisius dan personal. Baca berita lain disini.
Bloober Team Hadirkan Ekspansi Menarik Bloober Team kembali menarik perhatian para gamer, khususnya pecinta game…
Sentuhan Lokal di Game Modern Industri game Indonesia kembali menghadirkan inovasi menarik melalui karya terbaru…
Dalam rangka memeriahkan Piala Dunia FIFA 2026, Google menghadirkan sebuah game mini yang langsung menarik…
GTA VI Kembali Jadi Sorotan Besar Pengumuman terbaru dari Rockstar Games dan Take-Two Interactive kembali…
September 2026 Jadi Bulan “Perang” Game Industri game akan memasuki salah satu periode tersibuk pada…
Kejutan Horor di Panggung Summer Game Fest Summer Game Fest 2026 resmi digelar dan menghadirkan…