Ubisoft Kehilangan Sosok Penting di Balik Assassin’s Creed Hexe
Kabar mengejutkan datang dari Ubisoft yang dikenal lewat berbagai waralaba besar seperti Far Cry, Rainbow Six, hingga Assassin’s Creed. Di tengah pengembangan proyek terbaru mereka, studio ini harus menghadapi perubahan besar setelah sosok penting dalam tim memutuskan untuk hengkang.
Benoit Richer, yang menjabat sebagai Game Director untuk proyek Assassin’s Creed Hexe, resmi mengundurkan diri dari Ubisoft. Ia mengumumkan keputusan tersebut secara langsung melalui pernyataan publik pada akhir pekan lalu, sekaligus mengonfirmasi bahwa dirinya kini bergabung dengan Servo Games, studio independen yang berisi para veteran industri game.
Dalam pernyataannya, Richer menegaskan bahwa ia mengambil langkah ini untuk mengejar visi baru dalam menciptakan pengalaman bermain yang lebih segar dan inovatif, sementara studio barunya mengusung semangat kolaboratif yang mendorong para pengembang saling melengkapi demi menghasilkan karya berkualitas tinggi.
Sebelum hengkang, Benoit Richer telah berkarier cukup lama di industri game. Ia bergabung dengan Ubisoft sejak 2017 dan memimpin sejumlah proyek penting selama masa jabatannya. Bahkan sebelum itu, ia juga sempat menghabiskan sekitar tujuh tahun di Warner Bros. Games dengan posisi serupa.
Pengalaman panjang tersebut menjadikan Richer sebagai salah satu figur berpengaruh dalam pengembangan game modern. Kepergiannya tentu menjadi kehilangan besar bagi Ubisoft, terutama di tengah proses pengembangan proyek ambisius seperti Assassin’s Creed Hexe.
Ubisoft menyesuaikan struktur internal tim pengembang Hexe, dan pengunduran diri ini ikut memengaruhi proses pengembangan meski perusahaan belum merinci dampak jangka panjangnya.
Assassin’s Creed Hexe hadir dengan pendekatan yang cukup berbeda dari seri-seri sebelumnya. Cerita berfokus pada seorang wanita bernama Elsa yang hidup di Eropa Tengah pada era Kekaisaran Romawi Suci abad ke-16. Nuansa supernatural akan menjadi elemen utama, memberikan warna baru dalam franchise ini.
Selain mengubah komposisi tim, Hexe kabarnya mengadopsi sistem permainan yang lebih linier daripada seri RPG sebelumnya, mendekati gaya Assassin’s Creed Mirage yang berfokus pada cerita dan eksplorasi terarah.
Meski belum ada konfirmasi penuh, perubahan ini tetap menimbulkan berbagai reaksi dari penggemar. Sebagian menyambut baik kembalinya gameplay yang lebih klasik, sementara yang lain masih menunggu inovasi baru yang bisa membedakan Hexe dari seri sebelumnya.
Kepergian Game Director di tengah pengembangan proyek besar jelas bukan situasi ideal. Namun, industri game memang sering menghadapi dinamika seperti ini. Ubisoft kini harus menjaga konsistensi kualitas sekaligus memenuhi ekspektasi tinggi para penggemar.
Dengan konsep unik dan latar cerita yang berbeda, Assassin’s Creed Hexe tetap memiliki potensi besar untuk sukses. Tantangannya adalah memastikan visi kreatif tetap terjaga meskipun terjadi perubahan dalam tim inti pengembang. Baca berita lain di sini.
Ambisi Besar Menyalip GTA 6 Menjelang perilisan Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan hadir pada…
Dari Game Biasa Jadi Barang Super Mahal Siapa sangka sebuah kaset game jadul bisa bernilai…
Ajang Xbox Game Showcase Juni 2026 kembali menghadirkan banyak kejutan bagi para gamer. Dalam acara…
Ajang Summer Game Fest 2026 kembali menjadi panggung besar bagi berbagai pengumuman game menarik. Salah…
Industri game kembali diramaikan oleh proyek ambisius dari SEGA bersama RGG Studio. Game terbaru mereka…
Seri Kingdom Come: Deliverance kembali menjadi sorotan setelah kabar terbaru dari Warhorse Studios mencuat ke…