Berita Game Online

Kohei Horikoshi Sambut Antusias Game Baru My Hero Academia

Dari Manga ke Arena Pertarungan Digital

Serial manga dan anime My Hero Academia memang telah resmi berakhir setelah sembilan tahun menemani penggemar di seluruh dunia. Kisah perjuangan Izuku Midoriya dan para pahlawan muda menutup cerita dengan nuansa asam-manis yang membekas di hati banyak orang. Meski alur utama sudah selesai, semangat waralaba ini tidak ikut padam. Berbagai proyek baru mulai bermunculan, mulai dari spin-off hingga adaptasi video game. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah gim terbaru berjudul My Hero Academia: All’s Justice yang dikembangkan oleh Bandai Namco.

Kabar kehadiran game ini disambut hangat oleh kreator My Hero Academia, Kohei Horikoshi. Sang mangaka mengaku senang melihat karyanya berkembang ke medium yang berbeda. Ia menilai game tersebut mampu menangkap esensi cerita asli dengan sangat baik. Menurutnya, konsep pertarungan yang dihadirkan terasa selaras dengan dinamika para karakter di manga dan anime. Horikoshi bahkan menyebut pengalaman bermainnya sebagai sesuatu yang seru dan penuh kejutan.

Sistem Tiga Karakter dan Comeback Dramatis

Dalam game My Hero Academia: All’s Justice, pemain bisa memilih tiga karakter sekaligus untuk bertarung. Selama pertempuran berlangsung, pemain dapat berganti karakter secara dinamis untuk menciptakan strategi yang lebih variatif. Namun, kejutan terbesar muncul saat dua karakter tumbang. Karakter terakhir yang tersisa akan memperoleh peningkatan kekuatan besar yang bisa membalikkan keadaan. Horikoshi menyebut mekanisme ini terasa “absurd” dalam arti positif karena menghadirkan momen comeback dramatis yang memacu adrenalin.

Ia menilai fitur tersebut mencerminkan semangat cerita aslinya, di mana para pahlawan sering bangkit dari situasi terdesak. Sistem pertarungan yang cepat dan penuh efek visual juga memberi pengalaman intens bagi pemain. Horikoshi mengaku menikmati sensasi melihat karakter-karakter ciptaannya bertarung dalam format interaktif.

Animasi dan Ekspresi Jadi Daya Tarik Utama

Selain sistem gameplay, Horikoshi secara khusus memuji kualitas animasi dan ekspresi karakter dalam game ini. Ia merasa tim pengembang berhasil menghadirkan detail yang memperkuat kepribadian setiap tokoh. Tim produksi merancang gerakan serangan, efek quirk, hingga ekspresi wajah saat bertarung dengan penuh perhatian. Semua elemen itu membuat pertarungan terasa hidup dan setia pada sumber aslinya.

Menurut Horikoshi, adaptasi ke video game bukan sekadar memindahkan karakter ke layar interaktif. Pengembang perlu memahami jiwa cerita dan karakter agar pemain tetap merasakan atmosfer My Hero Academia. Ia melihat upaya tersebut tercermin jelas dalam hasil akhir game ini. Baca berita lain disini.

 

admin1

Recent Posts

Cronos: Lazarus DLC Horor Baru

Bloober Team Hadirkan Ekspansi Menarik Bloober Team kembali menarik perhatian para gamer, khususnya pecinta game…

4 hari ago

Deadhand Theater, Game Wayang Unik

Sentuhan Lokal di Game Modern Industri game Indonesia kembali menghadirkan inovasi menarik melalui karya terbaru…

7 hari ago

Serunya Mini Cup FIFA 2026 di Google

Dalam rangka memeriahkan Piala Dunia FIFA 2026, Google menghadirkan sebuah game mini yang langsung menarik…

1 minggu ago

Rockstar Tegaskan GTA VI Fokus Single Player

GTA VI Kembali Jadi Sorotan Besar Pengumuman terbaru dari Rockstar Games dan Take-Two Interactive kembali…

2 minggu ago

Jadwal Rilis Onimusha: Way of the Sword Dimajukan

September 2026 Jadi Bulan “Perang” Game Industri game akan memasuki salah satu periode tersibuk pada…

2 minggu ago

SAW: Genesis Resmi Meluncur di Summer Game Fest

Kejutan Horor di Panggung Summer Game Fest Summer Game Fest 2026 resmi digelar dan menghadirkan…

3 minggu ago