Monster Hunter Wilds mencetak kesuksesan besar secara komersial. Game terbaru Capcom ini berhasil terjual lebih dari 10 juta kopi hanya dalam satu bulan sejak perilisannya. Walau mencetak pencapaian, performa game justru menuai kritik dari banyak pemain PC.
Masalah frame rate, stutter, dan beban CPU berlebih menjadi keluhan utama komunitas. Capcom memang telah menjanjikan peningkatan performa secara bertahap melalui pembaruan rutin. Namun hingga kini, hasil optimisasi masih belum memuaskan banyak pemain.
Menariknya, sebuah temuan terbaru mengungkap dugaan penyebab utama buruknya performa Monster Hunter Wilds, yaitu bug terkait sistem pengecekan DLC.
Bug Pengecekan DLC Diduga Bebani Performa Game
Temuan ini pertama kali diungkap oleh seorang modder dengan nama de_Tylmarande. Setelah melakukan berbagai observasi dan uji coba, ia menemukan bahwa Monster Hunter Wilds menjalankan fungsi pengecekan DLC secara agresif dan terus-menerus.
Bug tersebut muncul terutama di area hub, khususnya saat pemain berada dekat dengan NPC Support Desk Palico. NPC ini menyediakan misi bounty sekaligus menu DLC, sehingga game terus memeriksa status konten tambahan milik pemain.
Menurut de_Tylmarande, sistem ini tidak berhenti melakukan pengecekan meskipun pemain tidak membuka menu DLC. Akibatnya, beban pemrosesan meningkat dan berdampak langsung pada performa permainan.
Mod Uji Coba Tunjukkan Peningkatan Performa Signifikan
Untuk menguji teorinya, de_Tylmarande membuat sebuah mod khusus yang membuat game mengira bahwa pemain telah memiliki seluruh DLC. Dengan kondisi tersebut, fungsi pengecekan DLC otomatis berhenti berjalan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Performa game meningkat secara signifikan, terutama dari sisi frame rate dan kestabilan permainan. Beban CPU juga menurun karena game tidak lagi menjalankan proses pengecekan berulang.
Ia melakukan pengujian ini pada PC berspesifikasi rendah. Namun ia menduga bahwa pengguna PC kelas menengah hingga tinggi juga akan merasakan peningkatan performa yang serupa.
De_Tylmarande juga menegaskan bahwa fungsi pengecekan DLC ini bukan bagian dari sistem anticheat atau proteksi. Sistem tersebut murni hanya memeriksa kepemilikan DLC tanpa henti.
Semakin Banyak DLC, Semakin Lancar Game?
Menurut asumsi de_Tylmarande, kepemilikan DLC yang lebih banyak membuat game cenderung mengurangi proses pengecekan ulang. Dengan kata lain, semakin lengkap koleksi DLC, semakin ringan beban sistem.
Saat artikel ini ditulis, Monster Hunter Wilds telah memiliki sekitar 190 DLC. Teori ini mengindikasikan bahwa DLC lengkap justru berpotensi membuat performa game lebih stabil.
Meski terdengar ironis, kondisi ini memperkuat dugaan bahwa sistem pengecekan DLC memang menjadi salah satu biang masalah utama optimisasi game.
Temuan Sudah Dilaporkan ke Capcom
Ini bukan kali pertama de_Tylmarande menemukan bug teknis di game Capcom. Pada tahun 2024, ia pernah menemukan bug animasi di Dragon’s Dogma 2 yang menyebabkan penurunan FPS. Ia melaporkan temuan tersebut langsung ke pihak developer, dan Capcom memperbaikinya lewat patch April.
Untuk kasus Monster Hunter Wilds, de_Tylmarande kembali melaporkan temuannya kepada kontak yang sama di Capcom. Kini komunitas hanya bisa menunggu apakah Capcom akan menghadirkan update baru untuk memperbaiki sistem pengecekan DLC tersebut.
Mod Tidak Akan Dirilis ke Publik
Meski mod uji coba terbukti efektif, de_Tylmarande menegaskan bahwa ia tidak akan merilis mod tersebut ke publik. Ia menyadari bahwa penggunaan mod semacam itu bertentangan dengan kebijakan Capcom.
Pemain berharap Capcom segera memberikan solusi resmi agar Monster Hunter Wilds dapat tampil maksimal sesuai janji kualitas. Dengan basis pemain yang sangat besar, perbaikan performa tentu menjadi prioritas penting bagi masa depan game ini. Baca berita lain disini.


