Industri game terus melahirkan ide-ide segar, dan kali ini seorang developer indie bernama Valentin Wirth menghadirkan konsep yang benar-benar berbeda. Ia mengembangkan game simulasi berjudul Become, yang mengajak pemain berperan sebagai sperma dalam sebuah petualangan penuh tantangan. Konsep ini terdengar nyeleneh, tetapi justru di situlah letak daya tariknya. Wirth merancang pengalaman bermain yang singkat namun intens, dengan sudut pandang orang ketiga atau third person sehingga pemain dapat melihat karakter yang mereka kendalikan secara lebih jelas.
Dalam permainan ini, gamer tidak hanya sekadar bergerak maju. Mereka harus berlomba dengan jutaan sperma lain untuk mencapai sel telur sebagai tujuan utama. Kompetisi digambarkan berlangsung ketat dan dinamis. Tantangan tersebut dirancang agar pemain merasakan tekanan sekaligus strategi dalam bertahan hidup.
Perjalanan menuju garis akhir tidak mudah. Pemain harus menghadapi berbagai rintangan biologis yang dianalogikan sebagai ancaman di dalam tubuh manusia. Mereka perlu menghindari “mandi asam” yang bisa mengurangi daya tahan, serta serangan antibodi yang siap menghentikan langkah. Elemen ini membuat permainan terasa seperti survival game mini dengan tempo cepat.
Wirth juga menambahkan sistem pengembangan karakter agar permainan tidak monoton. Pemain dapat meningkatkan statistik sperma yang mereka mainkan dengan cara mengumpulkan gula dan protein. Mekanisme ini mendorong eksplorasi sekaligus perencanaan strategi. Statistik tersebut mencakup speed, protein, survival, dan buddies. Setiap elemen memengaruhi performa karakter saat menghadapi rintangan.
Menariknya, tidak semua sperma memiliki atribut lengkap. Beberapa karakter hanya dibekali tiga poin, bahkan ada yang cuma dua. Variasi ini memberikan kebebasan memilih gaya bermain sesuai preferensi masing-masing gamer. Strategi menentukan segalanya, karena setiap atribut memberi keuntungan unik selama pertempuran.
Melalui trailer berdurasi sekitar satu menit, Wirth langsung memamerkan gambaran gameplay yang unik sekaligus menghibur. Ia merancang visual sederhana yang tetap atraktif dan enak dipandang. Meski belum mengumumkan tanggal rilis pasti, sang developer memastikan game ini meluncur pada 2026 dan hadir di PC melalui Steam. Mereka telah membagikan informasi tersebut secara resmi melalui kanal komunikasi mereka.
Bagi gamer yang penasaran, penting memastikan spesifikasi PC memadai agar permainan berjalan lancar. Meski terlihat ringan, elemen animasi dan efek di dalamnya tetap membutuhkan performa yang stabil. Dengan pendekatan eksperimental, Become membidik pecinta game indie yang mencari pengalaman di luar arus utama. Dengan ide kreatif dan pendekatan yang berani, game ini berpotensi menjadi salah satu rilisan paling unik di tahun peluncurannya. Baca berita lain disini.
Kabar mengenai harga Grand Theft Auto VI (GTA 6) yang disebut-sebut akan melambung tinggi sempat…
Kabar mengejutkan datang dari Ubisoft yang dikenal lewat berbagai waralaba besar seperti Far Cry, Rainbow…
Mobile Legends: Bang Bang kembali menghadirkan pembaruan menarik di akhir April 2026 dengan merombak salah…
Dunia game sempat dihebohkan oleh kemunculan judul bernama Hytale Sandbox RPG di Nintendo eShop. Sekilas,…
Kabar mengenai kehadiran ulang seri legendaris Assassin’s Creed IV: Black Flag kembali ramai dibicarakan. Versi…
Game Bunny Garden dikenal luas sebagai salah satu judul yang mengusung konsep fanservice cukup berani.…